KULON PRUGO KEKERINGAN, MBAH URIP SUSAH MENDAPATKAN AIR

KULON PRUGO KEKERINGAN, MBAH URIP SUSAH MENDAPATKAN AIR


KULON PRUGO KEKERINGAN, MBAH URIP SUSAH MENDAPATKAN AIR

Seorang Mbah Urip ini, susah payah untuk menimbah air yang sudah bercampur aduk dengan lumpur. Warga Dusun Pundak V, Desa Kembang, Kecamatan Naggulan di Kulon Progo, Daerah istimewa Yogyakarta merasa sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Seperti halnya di rasa seorang nenek renta di sapa Mbah Urip Harjo, 75 tahun.

Seorang nenek ini atau ,Mbah Urip harus menciduk air dengan susah payah karena air yang sudah bercampur dengan lumpur di dalam sumurnya itu. sumur tersebut sedalam 16 meter. pada setiap harinya, Mbah ini hanya berhasil mengisi 8 ember air saja meski harus setengah hari di sumur warga yang berada di belakang rumahnya. Karena pada musim kemarau kali ini berkepanjangan membuat sumur sumur warga setempat harus mengalami kekeringan kerontang. Karena kekeringan yang terjadi di setiap sumur warga, sampai dasar sumur milik warga ini pun terlihat di dasarnya dari ketinggian. Musim kemarau atau kekeringan yang di alami warga ini, sudah memasuki bulan ketiga.

Warga mengisi air di ember mestil menciduk dengan pelan pelan. Karena sumur milik warga tersebut sudah tidak berisi air lagi. Setelah ember tersebut sudah terisi air yang di ciduk warga itu, warga harus menunggu sampai seharian lagi sampai kotoran yang di ember tersebut mengendap ke bawah.

Musim kemarau atau kekeringan yang di alami warga ini sudah masuk bulan ketigas, cuaca belum menunjukkan tanda akan tibanya hujan. Mbah Urip juga ada mengatakan semua warga di dukuhnya juga merasakan hal serupa. Sumur besar pun di pakai bersama sama oleh warga tetapi air yang ada di sumur tersebut keruh.

Adapun sebagian warga yang berada di kampung dukuh ini ingin mendapatkan air dengan kualitas yang lebih baik rela mengambil di sumber air atau sumur yang agak jauh. Mbah Urip juga mengaku tidak bisa ke sana karena sudah tua dan tidak mampu jalan jauh. Mbah urip ini hidup bersama anaknya dan di bantu air ambilkan air oleh anaknya untuk sehari hari masak dan mandi.

Namun, tidak sedikit juga warga yang memilih mengambil air di sumur daerah lain. Ibu rumah tangga 3 anak, bernama Suparjinah juga mengatakan, ia rela pergi pulang pakai motor untuk melansir 8 jerigen air bersih. Air ini merupakan sumber utama kebutuhan manusia untuk sehari hari yaitu untuk masak, minum, cuci, hinga mandi. Warga mengalami kekurang air bersih akibat kekeringan dua bulan belakangan ini. Warga sampai harus meminta bantyuan air bersih dari pemerintah.

Pihak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo sampai mengirim dua truk tangki membawa 10.000 liter air bersih ke Dusun Pundak V.

Comments

Popular posts from this blog

DIPICU MASALAH UTANG RP.1JUTA, KEDUA SAHABAT BERDUEL MAUT

BERKAS KASUS PEMBUNUHAN BANYUANAYAR DI KEMBALIKAN JAKSA, KARENA KURANG KETERANGAN AHLI

DITEMUKAN BAYI KEMBAR TELAH TEWAS DAN SANG IBU DALAM KONDISI KRITIS